Aduh..tanya aku kepada jemy, jemy ini hari tanggal berapa, dengan nada pelan jemy menjawab tanggal 18 waktu itu tepatnya bulan desember tahun 2003, aku balik mengingatkan jemy bahwa jemy ingat tidak tiga hari kita sudah harus berangkat, ya maklum kemarin kan liburan bulan puasa saya dan jemy tidak sempat pulang berlibur ke kampung halaman, nah kalau sekarang saya dan jemy bisa dapat berlibur lagian nih hari libur natalan juga. Tepatnya tanggal 22 desember 2003 saya dan jemy harus segera berangkat sebab kapal yang kami tumpangi adalah salah satu kapal terakhir di bulan desember 2003. Pagi – pagi sekali saya dan jemy sempat harus berpisah, dari tadi sewaktu dirumah jemy bilang kalau dia harus pergi lebih awal ke pelabuhan sebab kapal yang nanti kami tumpangi masuknya pkl.05.00 pagi, untuk menjemput saudara sepupunya, seingat saya kalau jemy bilang tidak memiliki uang tiket dan jemy hanya berharap uang tiket titipan orang tuanya untuk dia lewat saudara sepupunya. Hari semakin siang saya dan jemy juga belum bertemu, kegelisaanpun sudah mulai terasah di hati saya, ya wajarlah kalau saya merasah gelisah sebab waktu itu kami belum memiliki telepon genggam/handphone, sehingga susah untuk komunikasi sedangkan waktu terus berjalan dan jemypun belum kunjung tiba. Suasana pelabuhan semakin ramai dipadati oleh para penumpang bahkan para pengantar, sayapun mengambil keputusan untuk mencari di atas kapal mudah – mudahan saya bisa menemukan jemy diatas kapal, namun setelah berada diatas kapal masih juga saya tidak menemukan jemy, saya berharap teman – teman dekat saya dan juga jemy untuk menanyakan keberadaan jemy namun mereka juga tidak melihat jemy. Haripun telah sore saat itu pkl.04.00 wit, saya mengambil pandangan dari samping kiri kapal yang bersebelahan dengan pelabuhan, mudah – mudahan dari atas kapal ini saya bisa melihat/menemukan jemy dari atas kapal ke arah bawa biar jelas melihat, itupun juga tidak berhasil dan waktupun telah tiba dimana kapal yang kami tumpangi akan diberangkatkan pkl.04.30 sore/wit. Saya mengambil keputusan untuk tetap berangkat walaupun tidak bersama jemy, sementara terdengar aba – aba dari kapal yang menandakan kapal siap diberangkatkan, saya bergegas jalan kearah dek 6 bagian belakang kapal atau tepatnya disamping Cafetaria dengan memesan segelas kopi susuh dimana pada waktu memesan segelas kopi susuh, saya dikagetkan dengan teman dekatnya jemy, kalau jemynya tidak jadi untuk berangkat, saat ini jemy ada di dermaga dekat dengan pos penagihan karcis, saya mendengar sayapun berlari kearah samping kapal untuk melihat jemy, begitu setibanya disamping arah kapal jemy sudah lebih dulu melihat saya, dengan melambaikan tangan dari kejahuan sepertinya menandakan bahwa ia tidak berangkat, dengan cepat saya menitipkan barang saya kebetulan ada tetangga rumah saya yang tinggalnya tidak berjauhan dari tempat tinggal saya. Saya bergegas turun dari kapal setelah tiba dibawah dengan wajah terdengar nada kesal keluar dari mulutnya nanti nyusul , tapi alasannya tidak tepat setauw saya dia sangat kesal karena tidak menemukan saudara sepupunya, sayapun mengambil keputusan untuk tidak berangkat. Jemy merasah bersalah lantaran dia sampai saya juga tidak berangkat. Kapalpun telah keluar, saya dan jemy hanya bisa duduk sambil bercanda tersenyum melihat kapal yang terus bergerak ke arah laut. Ketika saat jemy mengajak saya untuk berjalan kearah terminal dimana nantinya kami akan berangkat dengan taxi kembali ke rumah, sementara berjalan teringat saya didepan kami juga ada pelabuhan kecil atau biasanya disapa masyarakat dengan sebutan pelabuhan rakyat yang sudah menjadi tradisi di tempat tinggal kami ini. Dengan nada ketawa saya mencoba untuk ngajak jemy unyusul dengan kapal kecil yang biasa hanya melewati pulau – pulau kecil disini, jemypun tersenyum bisa saja kita berangkat dengan kapal itu ( perintis ), tapi apa tidak kita tanya tujuannya sampai dimana kalau memang juga sampai di tempat kami okey lah kita gouw..hahahaha..jemy terasa lucu. Langkah demi langkah akhirnya saya dan jemy tiba juga dikapal tersebut, hendak memasuk gerbang pertama dimana disitu ada terpampan sebuah papan yang bertuliskan tujuan keberangkatan kapal, salah satu diantara 4 pulau yang ada pulau kami juga didatangi oleh kapal tersebut…saya dan jemy berharap bisa mendapatkan tiket dengan harga yang murah, disaku celana saya hanya berkatong/modal seratus ribu rupiah saja, sedangkan jemy tidak ada uang. Saya dan jemy menuju tempat penjualan tiket diatas kapal/dek 2 tengah, bagus tiketnya untuk saya dan jemy seharga 35.000,-per orang berarti di kali dua 70.000,- wahh..sisanya 30.000 saja, gimana ya.,dengan bermodal 30.000 saja, bisa tidak membeli bekal dalam perjalanan sampai ke tempat tujuan kami berdua saya bertanya dalam hati. Dengan bermodal 100.000, saya dan jemy tetap nekat untuk berangkat walau harus menahan lapar dan haus …hmmmmm…nnti dlu..nih loem slesai ceritannya capek deh…
Minggu, 29 Mei 2011
Kenangan terindah bersama sahabatku
Gara - gara uang tiket tidak cukup naik kapal putih terpaksa aku dan sahabtku ini milih naik kapal perintis aja..hahhahah..
Aduh..tanya aku kepada jemy, jemy ini hari tanggal berapa, dengan nada pelan jemy menjawab tanggal 18 waktu itu tepatnya bulan desember tahun 2003, aku balik mengingatkan jemy bahwa jemy ingat tidak tiga hari kita sudah harus berangkat, ya maklum kemarin kan liburan bulan puasa saya dan jemy tidak sempat pulang berlibur ke kampung halaman, nah kalau sekarang saya dan jemy bisa dapat berlibur lagian nih hari libur natalan juga. Tepatnya tanggal 22 desember 2003 saya dan jemy harus segera berangkat sebab kapal yang kami tumpangi adalah salah satu kapal terakhir di bulan desember 2003. Pagi – pagi sekali saya dan jemy sempat harus berpisah, dari tadi sewaktu dirumah jemy bilang kalau dia harus pergi lebih awal ke pelabuhan sebab kapal yang nanti kami tumpangi masuknya pkl.05.00 pagi, untuk menjemput saudara sepupunya, seingat saya kalau jemy bilang tidak memiliki uang tiket dan jemy hanya berharap uang tiket titipan orang tuanya untuk dia lewat saudara sepupunya. Hari semakin siang saya dan jemy juga belum bertemu, kegelisaanpun sudah mulai terasah di hati saya, ya wajarlah kalau saya merasah gelisah sebab waktu itu kami belum memiliki telepon genggam/handphone, sehingga susah untuk komunikasi sedangkan waktu terus berjalan dan jemypun belum kunjung tiba. Suasana pelabuhan semakin ramai dipadati oleh para penumpang bahkan para pengantar, sayapun mengambil keputusan untuk mencari di atas kapal mudah – mudahan saya bisa menemukan jemy diatas kapal, namun setelah berada diatas kapal masih juga saya tidak menemukan jemy, saya berharap teman – teman dekat saya dan juga jemy untuk menanyakan keberadaan jemy namun mereka juga tidak melihat jemy. Haripun telah sore saat itu pkl.04.00 wit, saya mengambil pandangan dari samping kiri kapal yang bersebelahan dengan pelabuhan, mudah – mudahan dari atas kapal ini saya bisa melihat/menemukan jemy dari atas kapal ke arah bawa biar jelas melihat, itupun juga tidak berhasil dan waktupun telah tiba dimana kapal yang kami tumpangi akan diberangkatkan pkl.04.30 sore/wit. Saya mengambil keputusan untuk tetap berangkat walaupun tidak bersama jemy, sementara terdengar aba – aba dari kapal yang menandakan kapal siap diberangkatkan, saya bergegas jalan kearah dek 6 bagian belakang kapal atau tepatnya disamping Cafetaria dengan memesan segelas kopi susuh dimana pada waktu memesan segelas kopi susuh, saya dikagetkan dengan teman dekatnya jemy, kalau jemynya tidak jadi untuk berangkat, saat ini jemy ada di dermaga dekat dengan pos penagihan karcis, saya mendengar sayapun berlari kearah samping kapal untuk melihat jemy, begitu setibanya disamping arah kapal jemy sudah lebih dulu melihat saya, dengan melambaikan tangan dari kejahuan sepertinya menandakan bahwa ia tidak berangkat, dengan cepat saya menitipkan barang saya kebetulan ada tetangga rumah saya yang tinggalnya tidak berjauhan dari tempat tinggal saya. Saya bergegas turun dari kapal setelah tiba dibawah dengan wajah terdengar nada kesal keluar dari mulutnya nanti nyusul , tapi alasannya tidak tepat setauw saya dia sangat kesal karena tidak menemukan saudara sepupunya, sayapun mengambil keputusan untuk tidak berangkat. Jemy merasah bersalah lantaran dia sampai saya juga tidak berangkat. Kapalpun telah keluar, saya dan jemy hanya bisa duduk sambil bercanda tersenyum melihat kapal yang terus bergerak ke arah laut. Ketika saat jemy mengajak saya untuk berjalan kearah terminal dimana nantinya kami akan berangkat dengan taxi kembali ke rumah, sementara berjalan teringat saya didepan kami juga ada pelabuhan kecil atau biasanya disapa masyarakat dengan sebutan pelabuhan rakyat yang sudah menjadi tradisi di tempat tinggal kami ini. Dengan nada ketawa saya mencoba untuk ngajak jemy unyusul dengan kapal kecil yang biasa hanya melewati pulau – pulau kecil disini, jemypun tersenyum bisa saja kita berangkat dengan kapal itu ( perintis ), tapi apa tidak kita tanya tujuannya sampai dimana kalau memang juga sampai di tempat kami okey lah kita gouw..hahahaha..jemy terasa lucu. Langkah demi langkah akhirnya saya dan jemy tiba juga dikapal tersebut, hendak memasuk gerbang pertama dimana disitu ada terpampan sebuah papan yang bertuliskan tujuan keberangkatan kapal, salah satu diantara 4 pulau yang ada pulau kami juga didatangi oleh kapal tersebut…saya dan jemy berharap bisa mendapatkan tiket dengan harga yang murah, disaku celana saya hanya berkatong/modal seratus ribu rupiah saja, sedangkan jemy tidak ada uang. Saya dan jemy menuju tempat penjualan tiket diatas kapal/dek 2 tengah, bagus tiketnya untuk saya dan jemy seharga 35.000,-per orang berarti di kali dua 70.000,- wahh..sisanya 30.000 saja, gimana ya.,dengan bermodal 30.000 saja, bisa tidak membeli bekal dalam perjalanan sampai ke tempat tujuan kami berdua saya bertanya dalam hati. Dengan bermodal 100.000, saya dan jemy tetap nekat untuk berangkat walau harus menahan lapar dan haus …hmmmmm…nnti dlu..nih loem slesai ceritannya capek deh…
Aduh..tanya aku kepada jemy, jemy ini hari tanggal berapa, dengan nada pelan jemy menjawab tanggal 18 waktu itu tepatnya bulan desember tahun 2003, aku balik mengingatkan jemy bahwa jemy ingat tidak tiga hari kita sudah harus berangkat, ya maklum kemarin kan liburan bulan puasa saya dan jemy tidak sempat pulang berlibur ke kampung halaman, nah kalau sekarang saya dan jemy bisa dapat berlibur lagian nih hari libur natalan juga. Tepatnya tanggal 22 desember 2003 saya dan jemy harus segera berangkat sebab kapal yang kami tumpangi adalah salah satu kapal terakhir di bulan desember 2003. Pagi – pagi sekali saya dan jemy sempat harus berpisah, dari tadi sewaktu dirumah jemy bilang kalau dia harus pergi lebih awal ke pelabuhan sebab kapal yang nanti kami tumpangi masuknya pkl.05.00 pagi, untuk menjemput saudara sepupunya, seingat saya kalau jemy bilang tidak memiliki uang tiket dan jemy hanya berharap uang tiket titipan orang tuanya untuk dia lewat saudara sepupunya. Hari semakin siang saya dan jemy juga belum bertemu, kegelisaanpun sudah mulai terasah di hati saya, ya wajarlah kalau saya merasah gelisah sebab waktu itu kami belum memiliki telepon genggam/handphone, sehingga susah untuk komunikasi sedangkan waktu terus berjalan dan jemypun belum kunjung tiba. Suasana pelabuhan semakin ramai dipadati oleh para penumpang bahkan para pengantar, sayapun mengambil keputusan untuk mencari di atas kapal mudah – mudahan saya bisa menemukan jemy diatas kapal, namun setelah berada diatas kapal masih juga saya tidak menemukan jemy, saya berharap teman – teman dekat saya dan juga jemy untuk menanyakan keberadaan jemy namun mereka juga tidak melihat jemy. Haripun telah sore saat itu pkl.04.00 wit, saya mengambil pandangan dari samping kiri kapal yang bersebelahan dengan pelabuhan, mudah – mudahan dari atas kapal ini saya bisa melihat/menemukan jemy dari atas kapal ke arah bawa biar jelas melihat, itupun juga tidak berhasil dan waktupun telah tiba dimana kapal yang kami tumpangi akan diberangkatkan pkl.04.30 sore/wit. Saya mengambil keputusan untuk tetap berangkat walaupun tidak bersama jemy, sementara terdengar aba – aba dari kapal yang menandakan kapal siap diberangkatkan, saya bergegas jalan kearah dek 6 bagian belakang kapal atau tepatnya disamping Cafetaria dengan memesan segelas kopi susuh dimana pada waktu memesan segelas kopi susuh, saya dikagetkan dengan teman dekatnya jemy, kalau jemynya tidak jadi untuk berangkat, saat ini jemy ada di dermaga dekat dengan pos penagihan karcis, saya mendengar sayapun berlari kearah samping kapal untuk melihat jemy, begitu setibanya disamping arah kapal jemy sudah lebih dulu melihat saya, dengan melambaikan tangan dari kejahuan sepertinya menandakan bahwa ia tidak berangkat, dengan cepat saya menitipkan barang saya kebetulan ada tetangga rumah saya yang tinggalnya tidak berjauhan dari tempat tinggal saya. Saya bergegas turun dari kapal setelah tiba dibawah dengan wajah terdengar nada kesal keluar dari mulutnya nanti nyusul , tapi alasannya tidak tepat setauw saya dia sangat kesal karena tidak menemukan saudara sepupunya, sayapun mengambil keputusan untuk tidak berangkat. Jemy merasah bersalah lantaran dia sampai saya juga tidak berangkat. Kapalpun telah keluar, saya dan jemy hanya bisa duduk sambil bercanda tersenyum melihat kapal yang terus bergerak ke arah laut. Ketika saat jemy mengajak saya untuk berjalan kearah terminal dimana nantinya kami akan berangkat dengan taxi kembali ke rumah, sementara berjalan teringat saya didepan kami juga ada pelabuhan kecil atau biasanya disapa masyarakat dengan sebutan pelabuhan rakyat yang sudah menjadi tradisi di tempat tinggal kami ini. Dengan nada ketawa saya mencoba untuk ngajak jemy unyusul dengan kapal kecil yang biasa hanya melewati pulau – pulau kecil disini, jemypun tersenyum bisa saja kita berangkat dengan kapal itu ( perintis ), tapi apa tidak kita tanya tujuannya sampai dimana kalau memang juga sampai di tempat kami okey lah kita gouw..hahahaha..jemy terasa lucu. Langkah demi langkah akhirnya saya dan jemy tiba juga dikapal tersebut, hendak memasuk gerbang pertama dimana disitu ada terpampan sebuah papan yang bertuliskan tujuan keberangkatan kapal, salah satu diantara 4 pulau yang ada pulau kami juga didatangi oleh kapal tersebut…saya dan jemy berharap bisa mendapatkan tiket dengan harga yang murah, disaku celana saya hanya berkatong/modal seratus ribu rupiah saja, sedangkan jemy tidak ada uang. Saya dan jemy menuju tempat penjualan tiket diatas kapal/dek 2 tengah, bagus tiketnya untuk saya dan jemy seharga 35.000,-per orang berarti di kali dua 70.000,- wahh..sisanya 30.000 saja, gimana ya.,dengan bermodal 30.000 saja, bisa tidak membeli bekal dalam perjalanan sampai ke tempat tujuan kami berdua saya bertanya dalam hati. Dengan bermodal 100.000, saya dan jemy tetap nekat untuk berangkat walau harus menahan lapar dan haus …hmmmmm…nnti dlu..nih loem slesai ceritannya capek deh…
BIAK : Bila Ingat Akan Kembali, Namun Sayang Terlupakan
Saya sangat terkesan dengan Rencana Tata Ruang KAPET di Biak. salah satu lokasi yang paling berkesan , BIAK (Bila Ingat Akan Kembali) namun sayang terlupakan. Sedih melihat sisa kejayaan wisata Biak dulu, seperti: Biak Beach Hotel di Marau yang tadinya berskala internasional, sekarang sudah habis dijarah, gedungpun hampir rata dengan tanah, Taman Burung & Anggrek yang tinggal sisanya. Tadinya Biak Diving beroperasi dan sangat ramai sekarang sudah ada dimana ini jadi pertanya bagi kita semua..
Yang paling berkesan perjalanan carter perahu nelayan dari Bosnik menuju Pulau Woendi buat snorkeling, The best snorkeling & diving site i’ve ever seen, atoll dan soft coralnya luas begitu, superb visibility, view ke pulau - pulau sekitar yang indah begitu, ikannya sangat beragam, seperti aquarium raksasa. Boleh bersaing dengan tempat – tempat sebelumnya yang pernah saya lihat seperti; bunaken, bali, gili trawangan, ambon, ternate. Kesimpulannya i’ll be back!
Angan - angan kedepan : Biak sebagai Bali ke-2 bila 3 penerbangan internasional yang sedang diupayakan terealisasi, Biak sebagai Batam ke-2 di Timur bila someday Kawasan Industri+Kawasan Berikat+kawasan Pelabuhan dalam KAPET Biak jadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
Yang paling berkesan perjalanan carter perahu nelayan dari Bosnik menuju Pulau Woendi buat snorkeling, The best snorkeling & diving site i’ve ever seen, atoll dan soft coralnya luas begitu, superb visibility, view ke pulau - pulau sekitar yang indah begitu, ikannya sangat beragam, seperti aquarium raksasa. Boleh bersaing dengan tempat – tempat sebelumnya yang pernah saya lihat seperti; bunaken, bali, gili trawangan, ambon, ternate. Kesimpulannya i’ll be back!
Angan - angan kedepan : Biak sebagai Bali ke-2 bila 3 penerbangan internasional yang sedang diupayakan terealisasi, Biak sebagai Batam ke-2 di Timur bila someday Kawasan Industri+Kawasan Berikat+kawasan Pelabuhan dalam KAPET Biak jadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
Jadikanlah dia TUHAN kita menjadi kompas kehidupan selalu
Perjuangan hidup tak akan pernah berhenti sebelum nafas terakhirku dalam menjalani hidup yang penuh rintangan ini. Masalah adalah pengalaman hidup yang yang begitu berharga untuk dijadikan pedoman/ acuan menjadi hidup lebih baik. Tuhan memberikan aku umur yang panjang agar aku bisa selalu mengingat - Nya dan melanjutkan perjuangan dalam mempertahankan agama kristennya di dunia ini. Dalam hidup ini sakit bukan lah hal yang membatasi diri kita untuk berbuat kebaikan untuk dunia dan agama. Jika aku tak ada kabar lagi bukan karena aku sombong atau lupa sama kalian, tapi karena aku sudah tiada. Sobat do'akan aku supaya aku mampu menjadi kristiani yang baik terhadap dia TUHAN KITA. Buat semua the best Friend kenanglah arti persahabatan kita sampai akhir nafas terkhir kita...
Senin, 16 Mei 2011
Proses demi proses saya beserta team sedang mencari jalan keluar.
| Penemu Obat HIV Sangsikan Komitmen KPA | | | |
Minggu, 15 Mei 2011
Mengenai Saya....
Saya hanya seorang diri yang saat ini sedang menyelesaikan penulisan tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak,dan juga penulisan terhadap penyalahgunaan alkohol dan narkoba yang berlebihan yang mana sudah melibatkan tua muda,remaja dan terlebihnya anak dibawa Usia. Saya mencoba mencari kehidupan dan pembelajaran lewat penulisan. Dan saat ini saya sedang belajar menulis,dan akan terus belajar memperbaiki diri untuk membantu saudara - saudari kita yang lain lewat penulisan ini. Saya mohon kritik dan saran dari semua pengunjung fb untuk dapat memberikan semangat inspirasi dan motifasi untuk menyelesaikan penulisan dimaksud..
Motto : Doa adalah Kunci Kesuksesan.
Oleh: Felix Koibur
Motto : Doa adalah Kunci Kesuksesan.
Oleh: Felix Koibur
Perempuan Sebuah Problema Di Mata Hukum
Perempuan Sebuah Problema di Mata hukum
Up Date :
(FELIX A KOIBUR)
Visi
- Terwujudnya kesetaraan gender dan perlindungan anak.
Misi
- Mewujudkan kebijakan yang responsif gender dan peduli anak untuk meningkatkan kualitas hidup dan perlindungan perempuan, serta memenuhi hak tumbuh kembang dan melindungi anak daritindakkekerasan.
Tujuan dari Pembangunan Pemberdayaan Perempuan adalah:
- Meningkatkan kualitas hidup dan peran perempuan dalam berbagai bidang pembangunan;
- Meningkatnya pemenuhan hak-hak perempuan atas perlindungan dari tindak kekerasan;
- Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan jejaring serta peran serta masyarakat dalam mendukung pencapaian kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.
Tujuan dari Pembangunan Perlindungan Anak adalah:
- Meningkatkan kualitas tumbuh kembang dan kelangsungan hidup anak;
- Perlindungan anak dari segala bentuk perlakuan salah, kekerasan, eksploitasi, perdagangan dan diskriminasi;
- Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan jejaring serta peran serta masyarakat dalam mendukung pemenuhan hak-hak anak.
Melihat persoalan yang belakangan ini terjadi di kalangan kaum perempuan dan anak yang semakin mencengkram dengan berbagai macam perilaku bebas seperti ; kekerasan di dalam rumah tangga, sex bebas yang sudah meliputi anak dibawa usia. Kurang adanya partisipasi yang baik terhadap sosialisasi undang – undang perlindungan perempuan dan anak. Kita ketahui bahwa pada jaman dunia maya sekarang ini, banyak terjadi pembiaran terhadap perlindungan hak perempuan dan juga terlebihnya kepada generasi muda – mudi saat ini atau anak dibawa usia. Maka disini kami sebagai pemerhati sangat - sangat menyayangkan kurang adanya keseirusan dalam hal ini pemerintah setempat dalam mensosialisasikan undang – undang dimaksud. Maksud dan tujuan kami adalah bagaimana pemerintah seharusnya dapat mengambil langkah – langkah yang tegas untuk dapat mengatasi semua persoalan ini. Kami berharap agar pemerintah dapat menjelaskan tujuan dan larangan dari undang – undang perlindungan perempuan dan anak secara langsung dilapangan dengan kegiatan mereka yang sedang berlangsung. Sebab selama ini menurut pemantauan kami bahwa? Apa yang dimaksud dengan hukum itu…? saya yakin itu masih jauh dari saudara – saudari kita yang saat ini ada di perkotaan dan juga sayang sekali, apalagi mereka yang ada di pelosok atau daerah yang terisolir. Sedangkan kita ketahui saja di dalam masa enam bulan sampai dengan satu tahun, bisa saja terjadi amandemen atau perombakan terhadap undang - undang perlindungan perempuan dan anak. Wah..kalau begitu jangan heran kalau nanti banyak diantara kita yang tidak tahu menahu…??? Ada apa ya..??? sebab menurut saya apa yang dimaksud dengan undang – undang perlindungan perempuan dan anak, yang selama ini sudah ada atau boleh dikata sudah didengar lewat public seperti, media cetak dan elektronik saja masih jauh untuk di praktekkan misalnya ; Kekerasan Dalam Rumah Tangga ( KDRT ) yang masih terjadi, sex bebas yang aktif di semua kalangan umur, penyalahgunaan alkohol dan obat – obat terlarang yang berlebihan dan lain sebagainya. Untuk itu pemerintah dalam hal ini yang bertanggung jawab atas semua persoalan, diharapkan mampu dalam mengatasi atau lebih meningkatkan peran sosialisasi terhadap undang – undang tersebut dengan system praktek kerja dilapangan secara transparansi. Sebab pemerintah adalah sebagai pelindung atau wadah dari rakyatnya. Selama ini program yang diterapkan belum menyentuh secara keseluruhan kepada masyarakat dimaksud, seperti diutarakan di atas. Kami berharap kedepannya nanti dapat dilakukan teori praktek aktif secara langsung, dengan terus menerus. Melihat selama ini belum ada perubahan dengan adanya sosialisasi tentang undang – undanng perlindungan perempuan dan anak. Ketika kita berbicara hukum masih ada juga yang bertanya apakah itu hukum…?????, saya kira inilah letak persoalannya.
Perlindungan perempuan adalah segala upaya yang ditujukan untuk melindungi perempuan dan memberikan rasa aman dalam pemenuhan hak-haknya dengan memberikan perhatian yang konsisten dan sistematis yang ditujukan untuk mencapai kesetaraan gender.
Kekerasan terhadap perempuan adalah setiap tindakan yang melanggar, menghambat, meniadakan kenikmatan dan mengabaikan hak asasi perempuan.
Bentuk Bentuk Ketidakadilan Gender
Perbedaan peran dan fungsi antara laki-laki dan perempuan atau yang lebih tinggi dikenal dengan perbedaan gender yang terjadi di masyarakat tidak menjadi suatu permasalahan sepanjang perbedaan tersebut tidakmengakibatkan diskriminasi atau ketidak adilan. Patokan atau ukuran sederhana yang dapat digunakan untukmengukur apakah perbedaan gender itu menimbulkan ketidakadilan atau tidak adalah sebagai berikut: | |
Sterotype Bentuk ketidak adilan gender diatas sebenarnya berpangkal pada satu sumber kekeliruan yang sama, yaitu stereotype gender laki-laki dan perempuan. Stereotype itu sendiri berarti pemberian citra baku atau label/cap kepada seseorang atau kelompok yang didasarkan pada suatu anggapan yang salah atau sesat. Pelabelan umumnya dilakukan dalam dua hubungan atau lebih dan seringkali digunakan sebagai alasan untuk membenarkan suatu tindakan dari satu kelompok atas kelompok lainnya. Pelabelan juga menunjukkan adanya relasi kekuasaan yang timpang atau tidak seimbang yang bertujuan untuk menaklukkan atau menguasai pihak lain. Pelabelan negative juga dapat dilakukan atas dasar anggapan gender. Namun seringkali pelabelan negative ditimpakan kepada perempuan. Contoh :
| |
|
o Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang
o Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak
o Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga
o Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi
Langganan:
Postingan (Atom)