JAYAPURA—Adanya kendala dalam upaya pembuktian penemuan obat HIV, akhirnya hari Senin (2/8) telah dibuktikan hasil penemuannya setelah secara sembunyi-sembunyi melakukan tes VCT di Puskesmas Perumnas I Waena, penemu obat Mirino Adrianus mempertanyakan komitmen KPA (Komisi Penanggulangan HIV/AIDS) dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS. Dikatakan, sejak pertama kali melakukan pengobatan hingga terakhir dilakukan pengobatan kepada Osana G Saweri, pihaknya kesulitan dalam melakukan pembuktian lewas laboratorium. “Saat datang minta tes di VCT Rumah Sakit, baik itu di Rumah Sakit Abe dan Rumah Sakit lain-lain kami selalu ditolak oleh dokter,” ungkapnya didampingi Felix Koibur dan Isaak Wampere saat menggelar jumpa pers di Anjungan Biak Expo Waena Selasa (3/7) kemarin. Dalam upaya membuktikan hasil pengobatannya tersebut, dan trauma atas upaya yang dilakukan kepada pasien sebelumnya, lalu mendapat penolakan dokter, maka ia berinisiatif untuk berpura-pura belum tahu apa yang diderita Osana G Saweri.Setelah bertemu Dokter Diah selaku konselor di Puskesmas Perumnas I Waena, hari itu juga langsung bisa dilihat hasil tes yang menyatakan bahwa Osana G Saweri yang diobatinya selama satu bulan dinyatakan HIV/AIDS yang bersarang di tubuhnya dinyatakan negatif.Upaya untuk membuktikan hasil temuannya trsebut, hingga saat digelar jumpa pers kemarin dikatakan mengalami kendala. “Kami tidak punya cukup dana untuk membuktikan sendiri. Untuk minta tes di VCT Rumas Sakit juga selalu mengalami penolakan. Pihak pemerintah dalam hal ini Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Provinsi yang telah kami beritahukan juga tidak bersedia memfasilitasi untuk kami membuktikan apa yang kami temukan ini,’’ jelasnya.
Diceritakan bahwa ODHA (orang dengan HIV/AIDS yang telah disebuhkannya dan telah dilakukan VCT tersebut, kondisinya sudah sangat parah. “Dia sebelum saya beri minum obat dari temuan saya, sudah tidak bisa banyak bergerak, pandangan nya tinggal jarak kira-kira 3 meter. Orang tuanya hari-hari tinggal kipas-kipas dia,’’ ceritanya. Bahkan setelah ibunya membaca berita di Harian Bintang Papua yang mencantumkan nomor HP-nya, iapun langsung menghubungi untuk minta anaknya diobati. “Setelah saya beri minum obat saya dengan takaran satu gelas VIT, dalam hitungan 7 menit, nafasnya mulai membaik. Dan hitungan 10 menit dia bisa berdiri,’’ lanjutnya.
| Penemu Obat HIV/AIDS Masih Sulit Bukti | | | |
| Ditulis oleh redaksi binpa |
| Selasa, 24 Agustus 2010 15:02 |
JAYAPURA—Adrianus Mirino yang mengaku telah menemukan sebuah obat penyakit yang terkenal mematikan, yakni HIV/AIDS yang menggemparkan dunia medis, hingga berita ini diturunkan masih bingung untuk membuktikan kepada pihak-pihak yang selama ini sering mengkampanyekan pemberantasan dan pencegahan penyakit mematikan tersebut. Hal itu termasuk Komisi Penanggulangan HIV/AIDS baik Kota maupun Provinsi yang belum kunjung memfasilitasinya untuk membuktikan penemuannya tersebut. Hal itu diungkapkan sang penemu obat kepada Bintang Papua Selasa (24/8) kemarin. Menurut pria asal Biak yang telah berhasil menyembuhkan dua pasien yang positif dinyatakan ODHA (orang dengan HIV/AIDS) oleh rumah sakit maupun organisasi penanggulangan HIV/AIDS di Kota Jayapura, pihaknya sedang berupaya untuk minta KPA Kota Jayapura untuk membuktikan bahwa pasien yang telah diobati adalah benar-benar telah sembuh dari AIDS.
‘’Saya telah mengajukan surat ke Wakil Walikota yang kemudian saya dengar didisposisikan ke KPA Kota Jayapura,’’ ungkapnya saat bertemu Bintang Papua di Kantor Walikota kemarin.Setelah berhasil menyembuhkan dua ODHA dari penyakit menakutkan tersebut, kini ia tengah konsentrasi untuk menyembuhkan lagi tiga orang ODHA. ‘’Yang terakhir ini memang belum di VCT. Karena memang saat ini cukup sulit untuk mendapat VCT,’’ ungkapnya lagi. Mengapa ia begitu yakin dengan obat temuannya tersebut bisa menyembuhkan AIDS yang oleh medis di seluruh dunia masih dinyatakan belum ada obatnya, dikatakan bahwa terutama tentang seorang ODHA bernama Gerda yang diobatinya bahwa saat sebelum diberikan obat temuannya Gerda kondisinya sudah cukup kritis.
‘’Dia sudah sanga bergantung pada ARV (obat dari dokter untuk ODHA). Jika dia tidak minum ARV dalam hitungan hari dapat dimungkinkan sudah tidak tertolong. Tapi setelah saya beri obat, sudah 1 bulan 25 hari tidak lagi minum obat ARV dari dokter,’’ ceritanya.
Karena itu ia mengatakan akan terus berupaya membuktikannya kepada dunia medis tentang obat temuannya. ‘’Saya ingin KPA Kota dapat memfasilitasi agar saya, pasien yang telah sembuh dan pihak medis yang selama ini merawatnya sebagai ODHA dan pihak-pihak terkait bisa menyaksikan bahwa pasien yang saya beri obat benar-benar ODHA yang telah sembuh,’’ ujarnya.(aj)
| Sudjarwo Minta Penemuan Obat HIV/AIDS Segera Direspon | | | |
| Ditulis oleh redaksi binpa |
| Minggu, 27 Juni 2010 21:47 |
JAYAPURA—Isu penemuan obat yang disinyalir dapat menyembuhkan penyakit atau virus HIV/AIDS oleh beberapa pemuda di Kota Jayapura, diharapkan dapat memperoleh respon positif atau respon yang baik dari KPA Provinsi Papua dan Yayasan Harapan Ibu (YHI). Hal tersebut diungkapkan H.Sudjarwo,BE Ketua KPA Kota Jayapura kepada Bintang Papua Sabtu (26/06) saat ditemui di Taman Imbi Jayapura.Sudjarwo mengatakan, KPA Kota telah menindaklanjuti kasus penemuan obat tersebut, namun karena si penemu telah terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak KPA Provinsi Papua dan YHI maka dengan demikian KPA Kota Jayapura mengharapkan agar penemuan obat ini ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur yang berlaku. “Penemuan obat ini tetap harus dilakukan uji klinis untuk dapat membuktikan kemujarabannya dalam mengobati HIV/AIDS, tidak serta merta lalu ditinggalkan begitu saja,” tegas Wakil Walikota ini.Lebih lanjut dikatakan, akan dilakukan penelitian-penelitian lebih mendalam terkait dengan obat ini, dan hal tersebut merupakan tanggung jawab para medis yang memang ahli dalam bidang tersebut.
“Untuk KPA Kota Jayapura belum memiliki fasilitas-fasilitas yang menunjang mengenai obat ini, sehingga diarahkan ke KPA Provinsi Papua untuk menindaklanjuti dan dapat menemukan titik akhirnya,” tukas Sudjarwo.Ditambahkan, masalah penemuan obat untuk mengobati HIV/AIDS tidak hanya terkait dengan satu wilayah saja, namun untuk kesejahteraan orang banyak sehingga lebih cepat ditindaklanjuti akan lebih baik guna mendapatkan hasil yang maksimal. (dee) |
|
|
slmat bekerja anugrah Tuhan yang berkan kpd saudara hanya berdoa rencana Tuhan pada waktunya maka itu tunggu aja KPA pasti didukung apalagi ini keselamatan Umatnya .....dan sementara ini saudara ada memberikan pada penderita kah tidak???/ salam berjuang ...
BalasHapusMakasih atas masukanya.
BalasHapusOh iya selama ini saya berseta teman2 sudah membantu lebih dari 40 ODHA yg mana semua telah pulih mendapat kesembuhan dari virus mematikan ( HIV/AIDS ). Kami tidak hanya mengobati saja tapi kami juga meyakinkan mereka dengan melakukan Tes VCT ulang dan puji Tuhan Semua Pasien hasilnya dari positif sudah menjadi negativ, hanya saja KPA belum bisa membantu kami, padahal saya sudah adakan pertemuan dengan KPA Provinsi bahkan KPA Kota, namun belum ada itikat baik dari Lembaga Yang bersangkutan tersebut. Ok untuk sementara kami pelayan tetap berjalan walaupun tidak ada bantuan, kami tetap semangat untuk membantu sudara/i kita yang terinveksi HIV/AIDS.
Hai Pak Felix , Saya mau bertanya tentang obat penyembuh HIV ini , Bagaimana cara mendapatkannya? salah satu keluarga saya positif HIV
Hapusuntuk sicillia, kalau untuk mendapatkan obat hiv/aids, datang langsung ke jayapura dan saya bisa membantu untuk mendapatkanya, Sebab saat ini kami masih melayani berupa cairan atau segelas air obat dari kami, menggingat kami sampai dengan saat ini belum di fasilitasi oleh pemerintah, sehingga kami hanya melakukan pelayanan secara manual demi sudara - sudari kita yang terinfeksi hiv/aids.
BalasHapusSdr. Adrianus Mirino dan Felix Koibur bisa kontak hubungi saya ke email rudy.fawasmonda@gmail.com kita bicarakan jalan keluarnya. GBU
BalasHapus